Daily Journal : New Branding

Januari 31, 2015 0 Comments A+ a-

Assalammualaikum wr.wb.

Hallo~~ how’s life?
Meski sekarang euforianya udah ga berasa lagi tapi… 

(telat banget :'D)


Setahun lebih achi ga posting apapun di blog ini ya, setelah nyantumin “aktif ngeblog” di list pertama resolusi tahun lalu. Berjalan? Berjalan kok, tapi cuma di satu bulan awal 2014 huaaaa~


Btw, masih inget rubik tahun lalu yang flashback awal tahun? Sebenernya pengen bahas itu, tapi berhubung awal tahun masih rentan dengan kata kata berbau flashback, jadi achi tunda dulu buat postingan selanjutnya (oke, ini cuma alibi).

Kali ini Achi mau bahas sedikit tentang ritual tahunan setiap orang menjelang Tahun Baru. Yak, update status

“New Year, New Me!”

(source: memegenerator.com)



Sejujurnya sih Achi juga bosen liat kalimat itu. Tapi yaaa…itu yang sedang Achi lakukan di tahun ini. Perubahan.



Bergantinya tahun ga dipungkiri dong kita semakin diharuskan untuk dewasa oleh lingkungan. Akan banyak hal baru yang terjadi yang mau gamau harus dijalani. Salah satunya adalah…keluar dari zona nyaman!

Di tahun 2015 ini Achi sedang beranjak dari zona nyaman Achi selama ini yaitu “Ngampus-Nyantai-Ngampus-Nyantai”. Sebenernya rada nyesel juga kenapa selama ini cuma jalanin hidup datar gitu aja padahal kuliah tinggal satu semester lagi :’D Ngerasa nyesel kemana aja 5 semester lalu cuma baru sekali jadi volunteer event luar kampus. Kemana aja 5 semester lalu portofolio baru ‘gitu-gitu’ doang. Kemana aja 5 semester lalu masih stuck  di kakak senior  belum tau lulus kuliah mau kerja apa :”D

Menjelang akhir tahun lalu, Achi sempet magang di Agency MC tepatnya Rumah MC Indonesia. Dan ketemu ownernya, Kak Alice, yang asli…berjasa banget nyadarin Achi tentang banyak hal. Salah satu ilmunya yang dikasih ke Achi itu soal Personal Branding. To be honest, Achi baru bener-bener paham tentang Personal Branding itu kayak apa karena Kak Alice. Sempet nyesel sih, kenapa baru kenal Kak Alice baru-baru ini, kenapa ga dari dulu aja :’D haha

Anyway, berkat kenal Kak Alice, Achi mutusin buat maju teratur ninggalin zona aman achi — nunda-nunda banyak hal yang harusnya Achi lakuin dari dulu. Dan Step awal yang harus Achi lakuin adalah Resolusi!

(source: www.stopskinpickingcoach.com )


Berhubung masih suasana awal tahun, buat resolusi jadi hal yang wajib dilakuin. Banyak orang berpikir kalau bikin resolusi itu semacam ga berarti karena pada akhirnya resolusi tersebut cuma wacana aja. Achi mikir gitu juga dulu. Tapi yaaaah, balik lagi ke masing-masing orangnya kan?


Di tahun ini Achi bertekat banget buat jalanin resolusi-resolusi Achi dengan Goal yang tadi Achi sebutin, be-ru-bah! Iya don, logikanya aja tahun ini bisa dibilang Achi udah harus ngelepas status mahasiswi (aamiin). Jadi tahun ini tuh bukan tahunnya lagi buat Achi main-main apalagi nyantai-nyantai. I should be planning my career.

Oke, satu resolusi yang 'sedang proses' tercapai di awal tahun ini adalah New Branding!

Mungkin ini udah kedua kalinya achi ngerombak total blog ini (dan semoga ini yang terakhir ya plis). Gila, capek kali kalo harus ngerombak semuanya lagi. Ngubah nama, tagline, ganti domain, ‘nge-lock name’ akun sosmed, dan GANTI IMEEEEJ! Aduuuh, gamau migran lagi tolong T_T Sebenernya gampang aja sih. Kendala utama Achi cuma satu, “Gampang Tergoda!”

Tbh, alasan mendasar kenapa Achi ngubah image secara total ya karena Achi ngerasa masih belum ‘klik’ sama nama yang dulu. Dan tentunya, karena nama itu belum punya sesuatu yang ‘kuat’ buat dipertahanin.

Seengganya karena kejadian ini dan berkat materi dari Kak Alice mengenai Branding, Achi jadi belajar beberapa hal yang mau Achi share sedikit. Yuk mulai~

Sebenernya, apa sih Personal Branding?


(source: google image)


Kalo kata Mas Wiki(pedia) sih...


Intinya, Personal Branding itu suatu kegiatan/proses yang kita lakukan untuk mengenalkan siapa diri kita sebagai seorang profesional, kepada khalayak.

Dari pembelajaran Kak Alice, Achi menggaris-bawahi beberapa point penting yang harus diperhatikan ketika ingin memulai mem-branding diri sendiri.


1.   Cari nama yang sesuai

Langkah pertama sih Achi harus tentuin bidang apa yang mau ditekunin. Desain kah? Film kah? Fashion kah? Atau apa? Setelah itu coba mulai mempadu-padankan kata-kata yang berhubungan dengan bidang itu, dan nama kita sendiri misalnya. Atau bebas apa aja. Nama yang bagus sih yang lebih baik ada filosofinya. Tapi meskipun gaada filosofinya tapi mudah diucapkan dan diinget orang itu ga masalah. Seengganya, ketika orang lain tau nama itu, mereka udah bisa bayangin bidang apa yang kita tekunin. Kata Kak Alice, Jangan pakai nama yang bikin orang pertama kali denger nama itu, mereka susah buat mengulangnya. Lebih parah lagi, mereka gatau tulisannya gimana. Itu bakal susah juga memfamiliarkan nama kita kalaumau branding.

Selain itu juga, kita bisa bikin nama dari kata-kata yang familiar sehingga mempermudah orang untuk mengingat kembali. Contoh:

(source: www.biznamewiz.com )

Pertama kali kita lihat, bisa kita simpulin kalau nama itu pasti berhubungan dengan rambut/persalonan. Yak, dari kata Hair yang dipakai itu udah jelas banget. Selanjutnya mereka pakai istilah yang familiar kayak “Here We Are” yang kata Here-nya diplesetin jadi Hair. Manurut Achi, ini salah satu contoh brand yang kreatif, dan mudah diingat. Iya kan?




2.   Jangan terlalu terfokus mencari nama

Kurang lebih itu ilustrasi yang cocok ketika kita belum juga nemuin nama yang pas. Frustasi. Mungkin ga cukup 1-2 hari aja buat dapetin nama yang sesuai. Banyak faktor yang harus dipikirin supaya kedepannya kita ga gampang tergoda lagi buat ngubah nama itu. Biar tetep konsisten. Karena ga mungkin dong ketika nama itu udah mulai dikenal banyak orang, tapi tiba2 lo tergoda ganti nama karena liat nama yang lebih keren, lo ubah semuanya dan mulai lagi dari NOL. Capek bapak =_= yang ada ga cuma migran, botak lama-lama kepala tuh. Jadi ya kata Kak Alice jangan terlalu terpaku buat nyari nama dulu, baru mulai bergerak. Karena pada akhirnya kita cuma nunda-nunda lagi, buang buang waktu lagi, dan ga berubah lagi. Sangat ga efektif.

Nah selama menunggu ilham nama apa yang cocok, jangan berhenti buat preparing apa aja yang dibutuhin dalam tahap perubahan Branding itu. Misalnya aja Achi. Karena Achi mem-branding diri Achi sebagai Graphic Designer, yang Achi lakuin selanjutnya adalah banyakin portofolio. Sekarang sih masih proses juga kok hehehe




3.   Pembedahan Social Media
Pernah ga sih kalian liat orang terkenal atau seengganya orang yang menginspirasi kalian, ngetweet atau update status pribadi yang berbau galau atau sejenisnya? —Yaaa…pengecualian untuk mereka selebrity tweet yang emang pekerjaanya ngetweet hal mengenai peng-galauan, move-onisasi, dan dunia perjombloan— Jawabannya pasti ENGGA. Jelas, mereka udah melakukan ‘pencitraan’ yang merupakan salah satu tahapan membranding diri. Pencitraan sendiri bukan konotasi yang selalu buruk ya, yang selalu dikaitin juga sama tokoh masyarakat misalnya. Pencitraan juga menjadi hal yang harus dilakukan untuk melangkah ke arah profesional. Karena bisa dibilang pencitraan itu adalah sebuah Packaging.

Kak Alice pernah bilang kalo sekarang banyak kan perusahaan yang memantau calon karyawannya lewat Socmed. Bisa aja alasan mereka ga diterima di perusahaan itu karena mereka terlalu over mengupdate status di situs jejaring social. Update kalau mereka galau lah, mereka marah, mereka benci seseorang lah, or etc. Mungkin bagi mereka atau achi sekalipun juga mengupdate status di jejaring sosial adalah hak kita. Tapi ga bisa dipungkiri dong, apa yang kita publish ke jejaring social juga menjadi konsumsi public. Jadi ya mulai sekarang, kita coba deh kurangin update diary online-nya di Socmed. Karena kan semakin dewasanya kita, kita makin sadar kalo ga setiap masalah kita itu harus diketahui banyak orang, Achi sendiri pun udah ngurangi hal hal semacam itu. Ga mau kan dibilang nyampah TL sama retweet-retweetan galau atau sejenisnya? Akan lebih baik kalau kita update tentang hal apa yang kita suka yang bisa kita bagi ke orang lain. Contohnya tips-tips desain, ataupun reviewan-reviewan film, atau apapun yang kita suka. Follower juga jadi ngerasa ga sia-sia udah follow kita xD

Oh iya, Achi pernah adu pendapat sama temen Achi, sebut aja dia P — nama sebenarnya. Dia awalnya kurang setuju sama Pencitraan yang Achi mulai lakuin di socmed. Dengan ngapus tweet/status-status jaman batu dulu, ataupun untag-untagin foto-foto ga jelas di facebook. Dia bilang kalau, "Status-status jaman dulu itu bisa jadi bukti proses perubahan yang terjadi pada diri kita dari dulu sampe sekarang. Ya…setiap individu pasti gaada yang sempurna. Justru karena status-status jaman dulu itu kita bisa nunjukin perubahan yang kita lakuin".

Iya sih emang, yang namanya perubahan itu bisa disebut ‘perubahan’ ketika ada awalan, prosesnya, dan hasil akhir. Tapi proses itu ga harus ditunjukkan juga ke publik. Sama aja kayak toko roti. Mereka jual roti tapi mereka ga nunjukin prosesnya gimana. Pada umumnya, pembeli dateng ke toko roti pun karena mereka mau beli roti kan, bukan liat prosesnya kayak apa?

Achi jadi inget kata-kata Kak Alice yang bilang gini yang intinya (achi juga rada lupa), "kalau beberapa tahun kemudian kamu udah terkenal, misalnya jadi motivator. Terus fans atau masyarakat tau status-status facebook kamu jaman dulu yang galau-galau, pasti orang itu jadi kurang respek lagi sama kamu.” (Maaf ya, Achi rada lupa-lupa inget gitu kata-katanya haha)

Terus contohnya lagi deh, calon DPRD yang dulunya model sexy misalkan. Pada saat dia mencalonkan jadi anggota legislative, akan ada rivalnya yang berusaha ngejatuhin dia gimana  pun caranya. Bisa aja kan rivalnya itu nemuin foto-foto masa lalu si calon legislative ini buat jatuhin dia. Kenapa bisa kayak gitu? Sebenernya bisa aja itu dampak dari keterlambatan pembenahan social media.

Pusing ya? Sama haha

Mungkin ga, ada yang berpikir, “Jadi, Pencitraan itu sama aja memalsukan dong? Kan sama aja kalian nutupin sisi jelek kalian dengan berbuat baik” (misalkan)
Ya ga juga. Pada dasarnya kan pencitraan itu dilakukan sebagai Packaging. Konsumen mau beli barang di mini market milih yang Packaging-nya bagus atau yang udah jelek? Pasti milih yang bagus. Masalah kualitasnya sendiri, balik lagi ke masing-masing individunya. (Maaf banget sok pinter T___T)

Ya intinya, Pembenahan Socmed itu penting lho. Masalah mau mulai atau engga ya terserah aja hehe.



4.   Gerakan Promosi
Nah, kalau nama udah ada, preparing udah siap, dan socmed udah sedikit berubah, selanjutnya Promosi!

Promosi itu bukan cuma nunjukin skill apa yang kita punya ke orang-orang. Tapi membuat orang lain inget sama kita. Kak Alice juga pernah bilang kalo salah satu bentuk promosi branding adalah dengan ikut lomba. Makanya Kak Alice sering banget nyuruh Achi buat ikut lomba. Menang ga menang ga masalah, yang penting pengalamannya. Sama aja kalo kita ikut lomba, apa yang kita lakuin itu lebih berkualitas satu tingkat, dibanding ketika kita ga ikut lomba.

Contoh, kamu suka nulis cerpen dan di post di blog pribadi. Cerpen itu akan memiliki nilai plus ketika lolos seleksi lomba meski ga menang, daripada cuma dipajang di blog aja. Orang pasti akan lebih tertarik baca cerpen itu kan?

Lagipula, dengan ikut lomba, kita jadi berlatih bersaing dan makin tau seberapa luas sih lapangan yang lagi kita injek(?) Dan ga menutup kemungkinan kok, kalo makin sering ikut lomba, kualitas kemampuan diri kita makin tinggi. Haha achi ngomong sok tau kayak gini kayak udah pernah ikut lomba aja, padahal aku mah apa atuh :’D




Oke, sebenernya di postingan ini Achi mau nunjukin dan ngejelasin perubahan branding Achi yang sekarang namanya Creachi. Tapi karena udah terlalu banyak ngetik, dan takutnya yang baca udah ngantuk-ngantuk, jadi topic itu Achi tahan sampe postingan selanjutnya.

Maaf banget ya kalau Achi terkesan sok tau, sok jago, sok apalah atuh. Yang pasti niatnya cuma pengen sharing, kali aja yang belum tau kan jadi lebih tau. Dan yang udah tau jadi mau komen dan nambahin biar Achi makin tau. Ya silakan aja bebas kok :))

Akhirnya, satu resolusi di tahun 2015 ini terwujud! Postingan pertama —meski rada telat— ke-post juga!! Semoga kedepannya makin konsisten sharing deh ya. Semoga apa yang Achi tulis juga bermanfaat buat yang baca. Jangan sungkan buat komentar ngasih kritik atau saran, orangnya ga gigit ini kok :B

Oh iya, terimakasih juga buat mentor Achi yang banyak banget ngasih ilmu-ilmu baru dan pembelajaran hidup, yang dari atas sampe bawah postingan ini namanya disebut mulu. Kak Alicia Van Akker. Beruntung banget bisa kenal dan dimentorin kaka sampe hari ini. Aku bisa posting sebanyak ini juga karena pikiranku udah dibuka sama kaka haha


Finally, see ya next post! *dadah-dadah*



Wassalammualaikum Wr. Wb.