Project : Being An Art Director

Desember 06, 2015 0 Comments A+ a-


Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Selamat tanggal awal awal desember! Setelah sekian hari nunda buat posting sesuatu karena banyak hal terjadi, akhirnya bisa sharing lagi hari ini. Entah gimana, sekarang ini posting blog jadi suatu refreshing buat Achi. Mungkin ibarat jaman SD kalo ada suatu kejadian, Achi suka curhat di buku diary. Dan sekarang blog ini kayak diary digital Achi. Niatnya sih buat eveluasi diri sendiri dan sharing ke orang lain. Kali aja bermanfaat hehe.

Sebenernya Achi mau cerita soal pengalaman volunteer Achi akhir-akhir ini, tapi karena terkendala dokumentasi, postingan itu ditunda a lil bit longer lagi ya. Hahaha

Kali ini Achi mau bahas tentang salah satu projek yang pernah Achi ikutin di bidang Film. Achi pernah cerita kan sebelumnya kalo dulu tuh Achi terobsesi banget bikin film? Bahkan saking terobsesinya, dulu pas semester-semester awal kuliah−jaman lagi maruk-maruknya ikut kegiatan UKM kampus, Achi pernah beberapa kali ikut seminar tentang film. Dari yang seminar di Menpora, ikut LA Light Indie Movie, sampe workshop film 8x pertemuan tiap weekend, yang pulang-pergi perjuangan dulu naek kereta sama metromini.

Meski kejadiannya udah lumayan lama (mungkin 2 tahun yang lalu), tapi gapapa lah yaaaa :v






Setelah kejadian di LA Light Indie Movie 2013 lalu, Achi mulai gabung dan aktif di komunitas Film Maker Depok (FMD). Dulu kita biasa ngumpul di CodeMargonda Depok. Selain jadi tempat nongkrong komunitas-komunitas, wifinya keeeunceng broh!

Waktu itu umur FMD juga masih lumayan muda, dan ini projek film kedua setelah “Masih”. Judulnya “Hujan”. Di projek ini Achi pertama kalinya berani jadi Art Director.

Untuk alurnya sendiri, “Hujan” ini menceritanya tentang cewek yang suka banget sama latte dan hujanyang diceritakan di sini dia ditinggal cowonya ke luar negeri. Cukup klise memang. Tapi Achi pernah dapet pelajaran dari Om Kudo di Kekom, kalo...

“Seklise apapun inti sebuah cerita, mereka akan menjadi menarik dan berbeda tergantung gimana si penulis meramu alurnya.” (kurag lebihnya gini)
Jadi yaaa, ga perlu takut bikin cerita yang punya premis klise. Makanya untuk film ini, Achi positif aja sama hasil akhirnya J

Malam terakhir kita kumpul sebelum eksekusi(?)
Nah Achi mau sharing sedikit-banyak tentang pengalaman Achi jadi anak Art nih.

Oh iya, udah pada tau kan ya jobdesk Art Director itu apa? Kayak di previous article Achi yang tentang LAIM itu, Achi sedikit bahas tentang Art Director. Art Director itu dikenal juga dengan Penata Artistik. Bisa kalian bayangin penata artistik itu gimana? Yup, orang yang memvisualisasikan suasana dalam suatu keadaan, mencangkup properti dan beberapa elemen lainnya.

Untuk pengalaman Achi kemarin jadi anak Art, diawali dari pembuatan script breakdown yang jadi kerangka kerja Achi sebagai Penata Artistik.

Tapi sebelumnya....emang apa sih script breakdown itu?

Script Breakdown itu sendiri bisa dikatakan naskah penguraian tiap adegan dalam skenario berupa daftar informasi tentang hal-hal yang dibutuhkan saat pengambilan gambar. Biar ga bingung, bisa lihat contoh breakdown hujan yang Achi bikin di bawah ini,

Script Breakdown untuk Film "Hujan"
Aslinya, breakdown ini bisa berlembar-lembar tergantung banyaknya scene dalam skenario. Dan ga semua breakdown tabelnya harus 'plek' kayak gini. Yang penting, point-point pentingnya itu. Seengganya ada:

  1. Sq (Sequence): Sequence merupakan pengelompokan beberapa scene. Untuk di breakdown sendiri biasanya diisi jika pada beberapa scene itu berada di suatu rangkaian yang sama. Tapi karena scene film pendek ini sedikit, jadi kolom sequence ga diisi pun ga akan jadi masalah.
  2. Sc (Scene): Yang ini udah jelas banget ya, scene berarti adegan. 
  3. Loc/Set: Lokasi dari scene itu diambil.
  4. Description: Deskripsi suasana, maupun apa yang terjadi di dalam scene itu secara garis besar.
  5. Talent: Pemain akan muncul di scene tersebut. Fyi, extras itu maksudnya orang figuran.
  6. Wardrope: Meliputi pakaian apa saja yang dikenakan talent.
  7. Makeup: Makeup yang dipakai. Contohnya seperti natural, pucat, memar, dll.
  8. Hand prop: Jika wardrope adalah apa yang dikenakan, hand prop itu meliputi apa yang talent bawa.
  9. Set/props: properti yang dibutuhkan untuk mensetting tempat terjadinya scene.
  10. Director's Note: Biasanya ini diisi sesuai suruhan director.


Kurang lebihnya sih begini, Mohon diralat jika ada kesalahan ya. hehe
Meski breakdown cuma susunan huruf di dalam tabel, tapi perannya penting juga lho. Supaya gaada yang ga berkesinambungan dari satu scene ke scene lainnya. Keki dong pasti kalo propertinya ketauan ada yang ga nyambung, entar pada...

“Anak artnya gimana sih nih”

Mati aja gueeee :’D



Anyway, sekitar sehari sebelum hari H produksi, Achi harus mondar mandir ngelilingin depok lho. Awalnya ke pasar nyari kain buat bahan bikin celemek dan slayer. yang diwarnai dengan aksi tawar menawar ala 'emak-emak'. Setelahnya sekalian deh nyari penjahitnya buat ngejahitin itu kain. Terus Achi tinggal, berikutnya meluncur ke rumah temen Achi minjem barang buat properti, terus ke toko buku buat nyari kertas dan lain sebagainya, baru pas rada sorean balik lagi ngambil bahan yang tadi udah dijahit. fiuuuh, tepar sebelum perang '^'

Engga dong hahaha

Lanjut pas Hari H, lokasi pertama pengambilan gambar itu di kantornya Om Pocong. Karena itu kantor beneran, bukan tempat yang sengaja di setting kayak kantor, jadi harus hati-hati sama barang di sana. Triknya sih, jangan lupa foto keadaan ruangan dan meja-meja terkait, sebelum disetting sesuai kebutuhan film. Jadi pas selesai, bisa dirapihin sesuai dengan keadaan sebelumnya. Itu Achi dapet tips dari Om Congnya hehehe

Suasana shooting untuk scene 1 dan 2 di Kantor

Terus rada siangan, kita pindah ke lokasi utama, Ranah Kopi. Dulu Ranah Kopi Margonda ini bukan di depan Nissan kayak sekarang, tapi pas masih di Deket palang “Selamat Datang DI Kota Depok”. Pas pintu masuknya masih pintu geser kayak gini,

Tampilan Ranah Kopi yang dulu

Di sini ga enaknya lagi jadi anak ART adalah skema kerjanya yang terletak di awal dan di akhir. Tapi pas shootingnya sih lumayan nyantai. Paling nunggu diteriakin “AAAAAART!” gitu wkkkk.

Begini kurang lebihnya keadaan pas produksi.

Action!

Oh iya, tau ga sih kenapa para crewnya pada pake baju mayoritas hitam?

Soalnya itu anjuran dari Om Ais. Katanya itu mempengaruhi warna di kamera. Achi masih belum ngerti juga sih maksudnya, jadi pertanyaan Achi di atas anggap aja pertanyaan retoris wkwk


Keseluruhan, kita selesai sekitar jam setengah 11an malam. Di kali pertama Achi andil bagian jadi Art Director ini, ternyata cukup bikin encok juga :’D soalnya anak Art cuma Achi doang. Jadi yaaaa, dari pre-production yang ngerjain Breakdown, muter muter nyari properti, wa-in anak anak nanyain “Punya ini, punya itu ga?”, sampe production yang angkat-angkat dan ngatur ini itu, naek turun tangga, bahkan ngepelin lantai yang emang keadaannya waktu itu ujan mulu, hampir Achi semua. Wkwk Tapi ada juga kok yang bantuin, yang sekiranya emang Achi gabisa lakuin. Makanya pas pulang produksi, untuk pertama kalinya yang biasa pake conterpain di kaki sama tangan doang, ini Achi olesin juga di pinggang. Asli, berasa menua lebih cepat =_=

Tapi gimana ya, seru sih ngelakuinnya. Berasa aja pas jadi Anak Art tuh ada beberapa hal yang bikin ngasah otak kanan banget. Kayak misalnya gimana bikin tempat payung , kayak di kafe kafe luar. Dan mau ga mau ngakalinnya pake bangku plastik plus kain sisa bikin celemek. Hahaha

So, itu dia pengalaman pertama Achi jadi Art Director. Dan berkat itu, Achi jadi lebih PD ngambil bagian lagi di ART di kesempatan berikutnya. Kayak film pertamanya para cewek FMD, yang judulnya Di balik Senja, Achi ngambil ART juga disana. Kalo sempet lagi, next time Achi bakal bahas lagi hehehe

Sebagai penutup, bisa banget lho cek langsung hasil jadi Filmnya di bawah ini.



Dan kalo bekenan, cek juga behind the scenenya ya :)



Persembahan terakhir, intermezzo aja sih. Beginilah penampakan bapak ketua FMD, sekaligus editor kita kita! hiiiiihaaaa~ 

Om Pocong, belahan pinangnya Om Sule(?) hehe

Anyway, mohon selalu support kami ya! Dan dukung terus Film Indie Indonesia~ :)
Achi Pamit~

Wassalammualaikum Wr. Wb.


(2.40 am / 6-des-14)